Senin, 04 Desember 2017
Senin, 30 Oktober 2017
GRAFIKA KOMPUTER
Nama: Yohanes s. Nahak
Nim : 15110369
package uts_grafika;
import static java.awt.Color.red;
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JPanel;
import java.awt.Graphics;
public class Uts_grafika extends JFrame {
public Uts_grafika(){
add (new Kanvas());
}
public static void main(String[] args) {
Uts_grafika frame = new Uts_grafika ();
frame.setTitle ("Uts Grafika Komputer");
frame.setSize(400,170);
frame.setLocationRelativeTo(null);
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
frame.setVisible (true);
}
private static class Kanvas extends JPanel {
@Override
protected void paintComponent (Graphics g) {
super.paintComponent (g);
g.drawLine(20, 20, 150, 20);
g.drawString("A (10,10)", 20-5, 20-5);
g.drawLine(150, 20, 150, 100);
g.drawString("B", 150, 20-5);
g.drawLine(150, 100, 20, 100);
g.drawString("C", 150, 100+15);
g.drawLine(20, 100, 20, 20);
g.drawString("D (150 pixel)", 20-5, 100+15);
g.drawLine(20, 20, 60, 60);
g.drawLine(20, 100, 60, 60);
g.drawString("E (60,60)", 20+50, 60+5);
g.setColor(red);
g.drawString (" Nama : YOHANES S NAHAK ", 180, 30);
g.drawString (" Nim : 15 11 03 69 ", 190, 50);{
}
}
}
}
Nim : 15110369
package uts_grafika;
import static java.awt.Color.red;
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.JPanel;
import java.awt.Graphics;
public class Uts_grafika extends JFrame {
public Uts_grafika(){
add (new Kanvas());
}
public static void main(String[] args) {
Uts_grafika frame = new Uts_grafika ();
frame.setTitle ("Uts Grafika Komputer");
frame.setSize(400,170);
frame.setLocationRelativeTo(null);
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
frame.setVisible (true);
}
private static class Kanvas extends JPanel {
@Override
protected void paintComponent (Graphics g) {
super.paintComponent (g);
g.drawLine(20, 20, 150, 20);
g.drawString("A (10,10)", 20-5, 20-5);
g.drawLine(150, 20, 150, 100);
g.drawString("B", 150, 20-5);
g.drawLine(150, 100, 20, 100);
g.drawString("C", 150, 100+15);
g.drawLine(20, 100, 20, 20);
g.drawString("D (150 pixel)", 20-5, 100+15);
g.drawLine(20, 20, 60, 60);
g.drawLine(20, 100, 60, 60);
g.drawString("E (60,60)", 20+50, 60+5);
g.setColor(red);
g.drawString (" Nama : YOHANES S NAHAK ", 180, 30);
g.drawString (" Nim : 15 11 03 69 ", 190, 50);{
}
}
}
}
Senin, 23 Oktober 2017
SISTEM PAKAR
NAMA : YOHANES S. NAHAK
NIM: 15 11 03 69
TUGAS UTS : SYSTEM PAKAR
NIM: 15 11 03 69
TUGAS UTS : SYSTEM PAKAR
- apa itu sistem pakar?
- jawab:Sistem pakar merupakan program diciptakan untuk memperbaharui ilmu pakar terhadap teknologi. Suatu sistem pakar dapat mampu mencari jalan keluar dari sebuah persoalan yang dilakukan oleh pakar. Sistem pakar ini bukan dipakai jabatan pakar namun memopulerkan ilmu dan profesionalisme. Sistem pakar inilah untuk menyubtitusi ilmu-ilmu dari pakar yang disebut heuristic. Kata heuristic berasal dari Yunani yaitu eureka artinya “temuan”. Maka dari itu, heuristic adalah aturan praktis, artinya sebuah hukum dengan baik presumsinya.
- 2 Berikan 2 contoh aplikasi sistem pakar yang sudah ada ! Jelaskan fungsi dan kegunaannya !
- Aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit bayi Apalikasi ini dibuat menggunakan sistem pakar berbasis web dengan metode forward chaining (pelacakan ke depan/fakta-fakta menuju ke kesimpulan) bahasa pemprograman PHP dan database mysql. Tujuan diciptakanaplikasi sistem pakar berbasis web untuk mempermudah bagi petugas kesehatan seperti Dokter, Bidan, perawat dan masyarakat luas untuk mendiagnosa atau memeriksa secara cepat kondisi bayi, serta menemukan solusi dari masalah bayi.
- alat kedokteran yang menerapkan sistem pakar di dalamnya antara lain USG (ultrasonografi). Alat ini bekerja berdasarkan pantulan gelombang suara ultrasonik. Banyak digunakan untuk mendeteksi janin dalam kandungan. Alat ini bekerja dengan menerima input berupa suara yang kemudian diolah menjadi sebuah informasi berupa visual. Alat terapi kanker yang menghasilkan keputusan berupa bentuk terapi yang otomatis dilakukan oleh alat ini. Sangat membantu memang bila tidak terjadi kesalahan. Tetapi karena kesalahan dalam pengambilan keputusan maka menimbulkan korban jiwa. Hal ini yang tidak diinginkan dari penerapan sistem pakar pada dunia kesehatan.
Maka alat-alat yang dilengkapi sistem pakar pada
bidang ini hanya bersifat membantu menghasilkan keputusan bukan secara otomatis
melakukan tindakan. Bagaimana pun keputusan final tetap berada pada tangan
ahlinya. Dan sistem pakar tercanggih adalah manusia. Sistem pakar yang
diterapkan semata-mata hanya sebagai pendukung keputusan. Bila mana
dimungkinkan untuk kerja otomatis, itu juga hanya mengerjakan input yang
merupakan keputusan dari ahli di bidangnya (dokter/spesialis).
Langganan:
Postingan (Atom)
ARTIKEL TEKNIK KOMPILASI
Apa itu Teknik Kompilasi? Teknik Kompilasi merupakan teknik dalam melakukan pembacaan suatu program yang ditulis dalam bahasa sumber, kemud...
-
Nama :Yohanes S. Nahak Nim :15 11 03 69 Semester: 2 Diketahui : F1 = 10 cm Q1 = 12 cm F2...
-
Nama: Yohanes s. Nahak Nim : 15110369 package uts_grafika; import static java.awt.Color.red; import javax.swing.JFrame; import javax.s...